Kota Tasik, jerat86.com – Penandatanganan MoU RSUD dr Soekardjo dengan PMI Kota Tasikmalaya, di saksikan oleh Anggota DPRD kota Tasikmalaya yang juga Sekretaris Komisi IV H Murjani SE.MM., Bertempat di ruang kerja Dirut RSUD dr Soekarjo, Jumat (16/12/22).
Nampak hadir Dirut RSUD dr Soekarjo dr Budi, Wadir Pelayanan dr Titi, Bendahara PMI Kota Tasikmalaya H Rahmat dan Anggota DPRD kota Tasikmalaya yang juga Sekretaris Komisi IV H Murjani SE.MM.
Dirut RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, dr Budi Tirmadi menjelaskan bahwa, “Padahal kita sudah mempunyai UTDRS, cuma kadang kita mengalami kendala dalam pelayanan stok darah, kekuranganlah, sehingga darah yang dibutuhkan tidak ada. Tetapi dengan melakukan kerjasama ini jejaring secara komunikasi dan secara pelayanan dengan PMI kota Tasikmalaya, kebutuhan darah terpenuhi,” jelasnya
Lanjut dr Budi pasien RSUD yang layanan darahnya dilakukan di PMI Kota Tidak harus berbayar disana. “Jadi mekanismenya PMI kota melakukan penagihan ke RSUD atas pelayanan yang telah di lakukan terhadap pasien yang ada di RSUD,”.Tentunya komitmen awal pihaknya berupaya memenuhi kebutuhan darah pasien yang dilayani, “Dalam satu bulan bisa antara 700/900 labu. Dan kondisi ini dengan kebutuhan yang ada bisa saja kurang, atau tidak ada golongan darah tersedia. Nah kita bisa minta bantuan PMI,” ucapnya.
Ia juga berharap dengan terjalin kerjasama ini Kebutuhan darah yang dibutuhkan pisein terpenuhi tentunya terkait dengan perbaikan dengan kualitas pelayanan semakin membaik, tutunya.
Sementara, Ketua PMI Kota Tasikmalaya Drs. H. Rahmat Kurnia menjelaskan bahwa pihaknya menyambut baik perihal kerjasamanya dengan RSUD yang termaktub dalam penandatanganan MoU.“ Yang semula hanya pasien RS swasta sekarang, melainkan pasien RSUD yang jumlah rata rata lebih banyak dari RS swasta. Stok darah 1800 labu apalagi sekarang ada RS Hermina dan Jantung pastinya akan meningkat kebutuhan stoknya,”. Pihak PMI selalu berusaha siap untuk penuhi kebutuhan darah RSUD dr Soekardjo, karena kalau tidak siap tak ada tantangan, “Dan kita sudah melakukan strategi bagaimana bisa melayani RSUD dr Soekardjo,” ujarnya
Masih dikatakan H Rahmat karena sudah paket pelayanan, diharapkan pihak RSUD jangan memberatkan paisen, dengan kerjasama ini bisa memenuhi kalangan menengah kebawah. “Dikala RSUD tidak ada stok darah, datang saja ke PMI tidak usah bayar langsung, nanti saja pembayarannya setelah diajukan ke BPJS Kesehatan,” ungkapnya.
Di tempat yang sama Anggota DPRD kota Tasikmalaya yang juga Sekretaris Komisi IV H Murjani SE.MM mengatakan bahwa MoU ini berkat inisiasi komisi IV. “Kerjasama RSUD dr Soekardjo dan PMI Kota Tasikmalaya adalah awalnya inisiasi dari komisi IV di rapat komisi meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan dan ternyata ini di respon positif,” .
Yang menginisiasi supaya RSUD dengan PMI kota Tasikmalaya supaya MOU seperti ini dan kita sudah saksikan dan sudah di tandatangani juga. “Ini adalah upaya bagaimana masyarakat dimudahkan terkait urusan darah, masyarakat merasa nyaman dan terakomodir terkait pelayanan darah, apalagi PMI khususnya RSUD akan berupaya kebutuhan darah di rumah sakit ini,” katanya.
Ia juga menambahkan pasien enggak usah repot lagi yang selama ini terkendala dengan darah, “Semoga dapat lebih dimudahkan lagi. Ini adalah upaya terbaik dari RSUD untuk memberikan pelayanan kepada pasien,”. “Dalam MoU ini, intinya adalah biar saling menjaga kepercayaan itu karena mekanismenya nanti bayar belakangan, jadi RSUD mempunyai kewajiban kepada PMI dengan lancar keuangannya,” tandasnya. Jrt 01